April 13, 2013

Berkunjung ke Pulau Para Dewa

Posted by Aisah at 1:39 AM 1 comments
Saya berusaha untuk mengingat-ingat detail dari trip 2 tahun lalu ini, tapi apalah daya saya tidak punya catatan perjalanan yang bisa membantu. jadi saya hanya akan menceritakan secara singkat liburan iseng ini. 

2010. Tahun pertama kuliah, suasana baru, teman-teman baru. Ni Made Rai Yuliantari namanya, cewek Bali yang langsung meng-iya-kan permintaan iseng saya. Waktu itu-entah lagi kelas apa-saya yang mulai dekat dengan Rai bertanya dengan iseng, "Rai liburan nanti aku main ke Bali, nginepnya dirumahmu yaa !" Ya mungkin lebih tepat dikatakan sebagai pernyataan bukan pertanyaan. Dan Rai dengan semangatnya meng-iya-kan. Saya yang tadinya iseng nanya mulai mikir, "kenapa gak?' Kapan lagi bisa liburan ke Bali dengan tempat tinggal terjamin di rumah penduduk.

Keisengan menjadi serius ketika saya dan Rai benar-benar mencari tiket pesawat ke Bali. Yah walapun tiket balik saya ke Jogja waktu itu sempat hangus (dan tidak di-refund sampai saat ini!) karena kasus Mandala Air yang collapse membuat saya akhirnya harus membeli tiket lain. Tak apalah, yang penting saya bisa liburan ! 

Januari 2011, libur semester 1. Berangkat dari Jogja sehabis magrib, so excited. Tidak sabar rasanya ingin melihat Pulau Dewata yang sangat tersohor itu. Pesawat kami landing di Bandara Ngurah Rai sekitar jam 10 malam. Dari bandara ke rumah Rai di Tabanan memakan waktu kurang lebih 1 jam. Sampai di rumah Rai sudah tengah malam dan langsung tepar, tidak sempat memperhatikan rumah-rumah Bali yang unik.

Benar saja kalau ada yang bilang Bali itu Pulau Dewata. Pulau ini memang eksotis, eksotis budayanya, alamnya, tradisinya. Bali is a complete package for holiday. Foto saja mungkin tidak cukup untuk menggambarkan luar biasanya Bali.

Tempat pertama yang saya kunjungi di Bali adalah Taman Ayun.

Taman Ayun
Taman Ayun

Garuda Wisnu Kencana (GWK), the unfinished statues. 

GWK: Unfinished Statue.  
Selain terdapat patung-patung yang terpisah, di GWK juga sering diadakan Pertunjukan Barong. Show yang waktu itu saya tonton adalah Panca Yadnya Movie Show. Walaupun waktu itu saya tidak terlalu mengerti ceritanya, tetapi saya menikmati show ini.

Watching the Barong Show.

Saya ingat betul ketka saya dibuat terkagum-kagum dengan pemandangan di Pura Uluwatu. Saya tak henti-hentinya bergumam "bagus banget ya ampun" (Iya seharusnya saya bilang Subhanallah, bukan ya ampun -____- ) . Ombaknya putih, lautnya biru. Rasanya saya menahan napas waktu melihat pemandangan ini.

A breathtaking scenery


Pemandangan di wilayah Pura Uluwatu

Pura Uluwatu

 Dan yang tak terlewatkan tentunya Pantai Kuta, icon utama dari Pulau Dewata ini. Sayangnya waktu saya ke Bali, sedang musim penghujan. Hampir setiap hari turun hujan selama saya seminggu di sana. Termasuk saat saya mengunjungi Pantai Kuta. Cuaca waktu itu sedang mendung. Dan Pantai Kuta terlihat biasa-biasa saja.
Pantai Kuta. 2011.

Bandingkan sama foto Riza yang ini, beda banget padahal di tempat yang sama. Kesimpulannya cuaca benar-benar berpengaruh.
Pantai Kuta. 2013.

Pura di tengah danau dengan cuaca yang dingin. Yap, ini Pura Ulun Danu di Bedugul. Sebenarnya kalau dingat-ingat perjalanan ke Bedugul waktu itu semcam bodoh menggelikan. Dari Tabanan ke Bedugul naik motor, dengan cuaca mendung tapi tidak bawa jas hujan. Sampai rumah basah kuyup dapatnya !

menodong mas-mas buat ngambilin foto berdua



Pura Ulun Danu punya taman yang sangat cantik





 Tanah Lot. Dari rumah Rai ke Tabanan sangat dekat. Waktu itu saya sampe 2 kali ke Tanah Lot, karena pada kunjungan pertama cuacanya mendung, jadinya tidak kesampaian liat sunset. akhirnya di kunjungan kedua cuacanya mendukung dan bisa lihat sunset.

lagi-lagi menodong mas-mas buat ngambilin foto berdua


salah satu pura yang eksotis (modelnya juga)
terletak di atas karang menghadap laut

Sunset di Tanah Lot.
Ini Rai yang jadi modelnya , saya bingung siapa yang jadi turis sebenarnya.


Dan foto di bawah ini merupakan salah satu foto favorit saya. Di suasana pagi yang dingin sehabis hujan, saya diajak Rai keliling desa. Di Tabanan banyak sekali terasering, sawah-sawahnya masih hijau. Benar-benar pemandangan yang menyegarkan.
yuk sekolah !


Sebenarnya tidak masalah tentang kapan waktu yang tepat untuk berlibur ke Bali. Tetapi menurut saya pribadi, kalau ingin ke Bali sebaiknya di musim panas atau kemarau. Cuma satu sih alasannya, pemandangan di Bali terlihat lebih eksotis di cuaca yang cerah!

Saya menghabiskan waktu seminggu di Bali, dan bagi saya seminggu belum cukup untuk mengeksplorasi Bali. Masih banyak tempat-tempat yang belum saya kunjungi. Saya belum mencicipi udara segar Ubud dan eksotisnya Pantai Nusa Dua. Di kunjungan berikutnya ke Bali, saya pasti akan menyambangi tempat-tempat yang terlewatkan itu, pasti !


March 7, 2013

When The Journey Begins

Posted by Aisah at 12:59 AM 0 comments
Well, pertama-tama aku mau ngejelasin dulu tujuan aku nulis travelling journal. Bukannya mau latah (budayanya orang Indonesia banget) ikut-ikutan nulis cerita perjalanan karena banyak orang yang sukses menjual cerita perjalanannya seperti Trinity. Aku emang dasarnya suka nulis, dan lately aku suka travelling. Jadi ga ada salahnya kan aku nulis cerita perjalananku. Kalo ada yang baca dan mereasa tulisan ini bermanfaat ya syukur, kalo ga ada ya syukur juga masih ada media buat aku nulis. hehehe

Kayak yang aku bilang tadi, aku baru-baru aja suka travelling. Aku lahir, besar, dan tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur. Aku dulu jarang banget travelling, paling banter-banter pulang kampung ke Barabai, Kalimantan Selatan which is jarang banget. Pulkam bisa dibilang travelling juga kan ya. heheh *maksa* |\(--, ) Aku sering bolak balik Balikpapan-Samarinda. Soalnya sewaktu SMA aku boarding school di SMAN 10 "Melati" Samarinda. Selain itu, aku ga pernah travelling ke luar pulau, kayak liburan bareng keluarga gitu (liburan paling pulkam doang). Basically, keluargaku itu orang-orang yang susah buat diajak liburan, jadilah dulu aku suka berangan-angan kapan bisa liburan ke luar kalimantan. katrok ya? hahah harap maklum deh :p

Angan-anganku itu ternyata ga cuma sekedar angan-angan. Waktu libur semester kenaikan kelas tahun 2009, sekolah ngadaain study tour ke empat kota di Jawa: Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya. Dengan semangatnya aku sama Uwi (sahabat dekat yang uda dianggap anak sama mama) daftar buat ikutan study tour itu. Izin dari ortu bukan masalah, soalnya ortu uda ngasih kepercayaan ke aku buat ngambil keputusan sendiri (tentunya tetap dengan alasan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan dong ya).

Then, sekitaran bulan Juni berangkatlah kami dengan tujuan pertama adalah Jakarta. Karna waktu itu baru pertama keluar pulau, aku excited banget. penasaran pengen liat dunia di luar sana. halah. hehe. Kalo aku bilang ini bukan study tour, tapi tour biasa yang ditambahin embel-embel study. soalny lebih banyak ketempat wisatanya daripada study-nya. sorry to say. study nya cuma kunjungan ke ITB dan UGM dalam rangka pengenalan kampus ke calon mahasiswa (ya kami siswa-siswa SMA ini). sisanya kami pergi ketempat-tempat wisata:
1. Dufan


2. Teater Imax Keong Mas
3. Monas


4. Tangkuban Perahu
5. Cibaduyut
6. Malioboro
7. Borobudur

8. Prambanan


9. Keraton Jogja


Karena study tour ini uda lama, aku lupa nyimpan fotonya dimana. Cuma ada beberapa yang emang sempat aku upload di FB dulu. Dan harap-harap maklum kalo ada foto-foto yang sekiranya kurang berkenan, soalnya jaman SMA kan you know lah gayanya ya seperti remaja pada umumnya.

Oia, sewaktu di Jakarta aku sempat ngebatin: "semoga aku bisa balik lagi ke kota ini bulan Agustus". Kenapa bulan Agustus? soalnya tanggal 3-9 Agustus itu ada pelaksanaan Olimpiadse Sains Nasional 2009 di Jakarta. Dan alhamdulillah, aku benar-benar balik lagi ke Jakarta bulan Agustus. Aku dan puluhan orang teman-teman dari sekolah-sekolah lain (dari SD sampe SMA) diberi kesempatan buat mewakili Kalimantan Timur di OSN itu. 

Berawal dari study tour dan OSN itu, aku mulai agak sering travelling, ya walaupun emang lebih banyak untuk urusan akademis (waktu SMA). Tahun 2010, aku dikasih kesempatan lagi untuk mewakili sekolah di Olimpiade Farmasi yang diadakan sama UNAIR. Waktu itu lombanya ada di Bontang. Itu pertama kalinya aku ke Bontang juga, jalannya w.o.w banget. Dan alhamdulillah timku (terdiri 3 orang) juara I di tingkat provinsi dan  lolos ke babak semifinal yang diadakan di UNAIR. Dan 22 Februari 2010 berangkatlah kami dan 1 orang guru pembimbing ke Surabaya. Tapi sewaktu di Surbaya, aku lupa diajak jalan sama panitia ke mana aja, kalo ga salah ke museum gitu, tapi lupa museum apa. 

Walapun dari aku ga sukses dia kedua olim itu, tapi aku dapat sesuatu yang lebih priceless: pengalaman. Kesempatan-kesempatan itu ga bisa dinilai dengan uang dan bener-bener ngasih pelajaran banget, nambah temen dan lain-lain.

Ga lama sepulangnya dari Surabaya, pengumuman UM dari UGM uda keluar. Dan alhamdulillah aku lolos tes tertulisnya dan dapat panggilan interview di Jogja. Maret 2010, aku balik lagi ke Jogja sama 2 orang kakakku, 1 ponakan, dan 1 sahabat SMP-ku yang juga keterima di UGM. Selain interview, waktu itu kami sempat main-main ke Ketep, kebun Strawberry, sama Borobudur. Bisa juga akhirnya liburan bareng keluarga, walopun mama sama bapak ga ikut.

Di tahun-tahun selajutnya aku makin sering travelling, mulai dari yang dadakan sama yang well prepared. Ya walaupun tempat-tempat yang uda aku datengin itu baru beberapa bahkan bisa dibilang masih sedikit. Aku emang belum expert sebagai traveller dan belum banyak tempat yang aku datangin. Tapi aku mau lebih lagi mengeksplorasi potensi alam dan budaya Indonesia, terutama pantai. aku punya mimpi buat bisa keliling pantai-pantai cantik di Indonesia. Aku emang suka banget sama pantai :D Dan kalo ditanya traveller jenis apakah aku, backpacker atau koper? aku bakal jawab diantara keduanya. Ga pure liburan penuh perjuangan kayak backpacker dan ga liburan penuh kemewahan nan nyaman juga. 

Aku sekarang uda nge-list tempat-tempat mana lagi yang mau aku datengin. Wisata alam dan budaya daerah mana lagi yang mau aku eksplorasi. Soalnya aku benar-benar ketagihan sama travelling. It's like learning while enjoying the breathtaking scenery and wonderful cultures ! 
Well, nanti aku tulis satu-satu tempat yang pernah aku datengin, semoga readers mau baca yaa :D

January 15, 2013

The Mosaics of The Journey

Posted by Aisah at 8:34 PM 0 comments
 The journey of a thousand miles begins with one step - Lao Tzu

Menurutku quotes dari Lao Tzu itu emang benar. Mau sejauh apapun perjalanannya pasti di mulai dari langkah pertama. On a journey means you step out from your comfort zone, far away from a comfy home. Home is far behind us, but the world is in front of us. buat aku journey itu bukan cuma pergi travelling atau liburan ke suatu tempat. Journey di sini juga berarti perjalanan hidup.

Life is a journey. 

Hari ini kita melakukan apa, bertemu siapa, mengalami apa bakal jadi hari kemarin di hari esok. Hari kemarin menjadi memory, entah itu bagus atau buruk. And the memories are the mosaics. What we do in life is arranging the mosaics of life.

Life is mosaics of pleasures and pains.

Apa yang terjadi di masa lalulah yang menentukan kita hari ini dan besok. Seperti mosaics yang saling berhubungan, berkaitan, dan satu kesatuan seperti itulah hidup dalam pandanganku. You are not complete yet if there's a piece of it is missing. So, be on a journey and arranging the mosaics of your life, people ! jangan sampai ada kepingan mozaik yang terlewat dalam perjalananmu :)



January 13, 2013

Mantan Mafia Pajak Buka Suara

Posted by Aisah at 3:45 PM 0 comments

Judul                : Catatan Harian Seorang Mafia Pajak
Pengarang        : Heri Prabowo
Penerbit            : Edelwiss, Jakarta
Tahun               : 2010
Tebal buku       : 295 halaman
Peresensi          : Aisah Kumala Sari

            Siapa yang tidak tahu kisah Gayus Halomoan P. Tambunan, seorang pegawai pajak yang memiliki rekening berjumlah milyaran rupiah, jumlah yang tidak wajar untuk seorang PNS golongan III A. Gayus disinyalir terlibat skandal penggelapan dana wajib pajak. Namun sebenarnya Gayus bukanlah satu-satunya mafia pajak di negeri ini. Aktifitas mafia pajak ini sudah sangat mengakar di kantor pajak yang dituding-tuding dipenuhi oleh para koruptor. Ada oknum-oknum mafia pajak yang lebih besar, lebih kuat, dan tak tersentuh dibalik kasus Gayus tersebut.
            Ketika kasus Gayus ini mencuat ke publik dan dengan ditambah pengalamannya sebagai seorang mantan mafia pajak, Heru Prabowo merasa tergelitik untuk membeberkan wajah buruk negeri ini melalui sebuah buku. Dalam buku Catatan Harian Seorang Mafia Pajak yang ditulis oleh Heru Prabowo ini, yang juga merupakan kakak tingkat Gayus di STAN, mengungkap secara gamblang dan blak-blakan bahwa negeri ini benar-benar bobrok. Penulis tidak hanya mengungkap kasus korupsi yang dilakukan oleh para pegawai pajak sekelas Gayus, tetapi juga mengisahkan tentang praktik kecurangan yang dilakukan oleh para oknum kepolisian dan kejaksaan seperti jual beli kasus, bisnis layanan khusus di balik jeruji hingga kasus sindikat mafia hukum.
            Buku ini menceritakan kisah Dimas Prakoso, seorang pegawai pajak rendahan di salah satu kantor pajak di Surabaya yang terjerat kasus faktur fiktif dan harus meringkuk di balik jeruji selama lima bulan meninggalkan Uma, istrinya yang sedang berbadan dua. Dimas yang juga merupakan mantan santri di sebuah ma’had, ternyata tidak mampu mempertahankan idealisme mahasiswa yang didapatnya semasa kuliah di STAN PRODIP. Ia terikut arus praktik korupsi di kantor pajak tempat ia bekerja yang ternyata merupakan hal lumrah guna mendapatkan penghasilan tambahan dari pembayar pajak. Dimas mendapat “pelajaran” tentang korupsi secara gratis dari rekan-rekan kantornya, mulai mengundurkan tanggal pembayaran wajib pajak, permainan restitusi, hingga perubahan database bagi orang pajak.
            Selayaknya manusia yang penuh nafsu, Dimas tidak puas dengan melakukan job ceperan yang hanya mencukupi pembayaran cicilan mobil dan rumahnya. Selain itu dendam terhadap sang mantan kekasih, Lintang yang meninggalkannya demi menikahi seprang pengusaha kaya, semakin membuat ia ingin mendapatkan kekayaan secara instan. Ia termakan bujuk rayu dan tipu daya para koleganya yang membuatnya terlibat dalam skandal pembuatan faktur pajak fiktif yang beromset milyaran rupiah.
            Ketika penyidik pajak melakukan sebuah gebrakan dua tahun kemudian, ia pun diciduk dan dijebloskan ke tahanan bersama Anton, Sandi, Tommi, dan Huda. Mereka dituduh telah merugikan negara sebesar empat milyar rupiah. Namun sialnya hal itu terjadi ketika ia berusaha untuk insyaf dan meninggalkan pekerjaan kotornya. Ternyata langkah salah yang ia tempuh dulu tidak membiarkannya berlalu begitu saja.
            Usut punya usut, Dimas kemudian menyadari bahwa ia ternyata dikambing hitamkan oleh atasannya. Ia ditumbalkan agar para pejabat yang merupakan mafia pajak sesungguhnya tetap aman dan tak tersentuh oleh hukum. Bahkan Pak Roy, atasan Dimas yang mengincar jabatan Dirjen Pajak atau setidaknya Sekditjen, melakukan pencitraan agar dianggap bersih dengan melakukan gerakan anti korupsi.
            Walaupun buku ini bersifat fiktif, namun segala praktik dan modus yang dilakukan oleh oknum perpajakan diekspos secara terang-terangan. Penulis mengupas secara detail trik-trik yang biasa digunakan oleh petugas pajak. Sayangnya, gaya penulisan buku ini masih belum matang, seperti paragraf yang berloncatan ide-idenya, dan karakter penokohan yang kurang kuat sehingga membingungkan pembaca.
Namun menariknya, penulis menyebut inisial “DW” dalam buku ini yang kemudian menjadi tanda tanya besar ketika Dhana Widyatmika, mantan Ditjen Pajak, ditahan pada 2 Maret 2012 dengan tuduhan kasus korupsi dan penucican uang. Suatu kebetulan ataukah penulis memang mengetahui sesuatu?
Melalui buku ini penulis juga berusaha mengingatkan pembaca bahwa korupsi ada dimana-mana, dan keteguhan hatilah yang menjadi kunci utama agar terhindar dari segala praktik kotor tersebut. Buku ini membuka mata rakyat Indonesia untuk melihat kebobrokan sistem birokrasi yang rentan korup di negeri ini, betapa kebobrokan itu bersifat sistenatis dan melembaga.

Sepenggal Kisah Inspiratif si “Wanita Besi”

Posted by Aisah at 3:41 PM 0 comments


Judul               : The Iron Lady
Durasi             : 1 jam 45 menit
Genre              : Drama
Pemain            : Meryl Streep, Jim Broadbent, Anthony Head, Richard E Grant
Sutradara         : Phyllida Lloyd

“One of the great problems of our age is that we are governed by people who care more about feelings than they do about thoughts and ideas. Thoughts and ideas. That interests me. Ask me what I’m thinking.” – Margaret Thatcher

Margaret Thatcher adalah mantan Perdana Menteri Inggris yang menjabat selama tiga periode, seorang tokoh politik yang berpengaruh  di dunia. The Iron Lady mengangkat kisah kehidupan wanita yang insipiratif dan ambisius ini. Dalam film ini Margaret Thatcher diperankan oleh aktris senior yang pernah meraih Oscar, Meryl Streep.
The Iron Lady atau “wanita besi” adalah julukan untuk Margaret Thatcher yang terkenal karena sifat keras kepalanya dalam memegang prinsip. Film ini berawal dengan menampilkan masa tua Margaret, seorang wanita tua yang independen dan keras kepala. Namun di balik semua itu Margaet tua merasa kesepian hingga menghadirkan ilusi mendiang suaminya, Denis Thatcher. Suami Margaret yang diperankan oleh Jim Broadbent digambarkan sebagai seorang yang penyabar dan nyentrik.
Dengan alur maju mundur, penonton diajak melihat kilas balik kehidupan dan perjalanan karir Margaret Thatcher yang menembus batas sosial dari seorang putri pedagang yang biasa-biasa saja hingga menjadi wanita pertama yang terpilih menjadi Perdana Menteri Inggris. Di masa mudanya pun Margaret dikenal sebagai seorang wanita yang cerdas dan ambisius. Ia menempuh pendidikan di Oxford dan setelah lulus ia bergabung dengan Partai Konservatif, yang kemudian mempertemukannya dengan Denis Thatcher.
Margaret lalu mencalonkan diri menjadi anggota Parlemen Inggris dan diskriminasi gender menjadi salah satu hambatan yang dihadapinya saat itu. Meskipun awalnya kalah tetapi ia tetap mengejar ambisinya dan berhasil menjadi anggota Parlemen Inggris pada tahun 1959, menjadi Menteri Pendidikan Inggris. Pada tahun 1975 ia menjabat sebagai ketua Partai Konservatif, hingga akhirnya berhasil memenangkan pemilu dan menjadi Perdana Menteri Inggris pada tahun 1979.
Di bawah kepemimpinan Margaret, Inggris mengalami kemajuan di bidang ekonomi, sosial dan politik. Namun masa kejayaan Maraget sebagai Perdana Menteri Inggris bukan berarti tanpa kontroversi. Keputusan Margaret yang paling kontrroversial adalah ketika ia menyatakan perang dan menembakkan rudal ke kapal Argentina pada tahun 1982 yang membuatnya dicerca oleh lawan politik dan rakyat.
Ketika kebijakan yang dibuat Maraget dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman dan membahayakan posisi Partai Konservatif, rekan-rekan separtainya sepakat untuk menggulingkannya. Pada tahun 1990 Margaret melepaskan jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris. Selepas dari jabatannya, Margaret lebih banyak mengasingkan diri hingga ia mengidap penyakit dementia yang sulit membedakan masa lalu dan masa sekarang.
Akting Meryl Streep pada film ini bisa dibilang nyaris sempurna. Meryl Streep tidak hanya berhasil menirukan aksen Inggris dan penampilan Margaret dengan sangat baik tetapi juga sangat menjiwai perannya. Sehingga setiap orang yang menontonnya akan sangat yakin bahwa Margaret adalah sosok wanita yang cerdas, ambisius, dan keras kepala.
The Iron Lady tidak hanya mengisnpirasi untuk melawan diskriminasi gender, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa dengan usaha dan kerja keras maka impian pun akan tercapai.



February 6, 2012

Selalu Dihati, Selalu Dinanti

Posted by Aisah at 3:50 PM 0 comments

Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Sahabat Kecil - Ipang

Sungguh tak ada satupun kata yang bisa menggambarkan sejuta rindu yang meluap di hati ini. apa kabar kawan-kawanku, sahabat, saudara, keluargaku? bagaimana hari kalian? Ah aku berharap kalian sama baiknya dengan diriku saat ini. 

22 Juli 2007. itu saat dimana pertama kali jalianan persaudaran kita diikrarkan dalam sebuah nama, Eleven Rendezvouz. sampai saat inipun aku masih suka tersenyum mengingat semua cerita manis-pahit yang telah kita ukir selama 3 tahun di asrama. 3 tahun yang sangat singkat.
memori akan 3 tahun itu masih terekam jelas diingatanku. aku berani bertaruh kalian juga  pasti masih ingat kan dengan pertemuan pertama kita, makan malam pertama, apel pagi pertama, kumpul angkatan pertama.. ? tentu. bagaimana kita tertawa, menangis, terjatuh, bertahan dan akhirnya merajai asrama, hahah.. semuanya masih sangat membekas, seperti baru kemarin.

kalian pasti sepakat denganku bahwa yang kita lalui selama 3 tahun itu tidak mudah. masa-masa SMA yang kita miliki BERBEDA! ya.. beda dengan kebanyakan dari mereka. dari awal kita telah didoktrin bahwa "hidup di melati itu keras!". tidak salah menurutku. dengan dasar doktrin itulah kita membangun korsa kawan, menghilangkan keapatisan sifat ABG yang baru lulus SMP. sempat terbesit dipikiranku, sebegitu pentingnya kah korsa itu? jawabannya ya ! sepertinya tak perlulah kujelaskan mengapa, karena kalian tentu merasakan apa yang kurasakan dari korsa yang kita bangun. keluarga. kalian adalah keluarga keduaku.

kita pun tidak pernah merasakan promnite seperti kebanyakan siswa SMA pada umumnya, tetapi kita tetap bangga dan mengaharu biru ketika seuntai rangkaian melati dikalungkan dileher kita tepat pada tangga 22 April 2010. tak ada gaun-gaun atau jas mewah saat itu. dengan hanya menggunakan seragam kebanggaan kita mengikrarkan prasetia alumni. aku masih ingat dengan mata-mata kita yang sembab karena air mata, pelukan, kata-kata perpisahan. ah kawan, betapa aku tidak ingin berpisah dengan kalian saat itu. 

tahukah kalian betapa aku begitu membanggakan kisah kita? kisah yang aku yakin tidak akan kita dapat di tempat lain di manapun, sebuah kisah yang tak akan cukup aku tuangkan semuanya di sini, sebuah kisah yang tak lekang oleh waktu.

kisah yang akan selalu dibanggakan. kisah yang terlalu istimewa untuk dilupakan.

kawanku.. mungkin ruang, jarak, dan waktu bisa memisahkan kita tetapi jangan perah kalian berani berhenti mengukir kisah kita. teruslah berlari kawan, hingga akhirnya waktu akan mempertemukan dan mengumpulkan kita kembali. sebuah pertemuan yang selalu dinanti, karena kalian selalu dihati.

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian



salam sayang dan rindu untuk 186 saudara-saudari @evouz .
yang merindukan kalian, owel :')

The Story of True Love

Posted by Aisah at 1:57 PM 0 comments
Judul            : Definitely, Maybe
Durasi          : 1 jam 51 menit
Genre           : Komedi Romantis
Pemain         : Ryan Renolds, Isla Fisher, Rachel Weisz, Elizabeth Banks, Abigail Breslin
Sutradara      : Adam Brooks

Film komedi romantis yang dirilis tahun 2008 ini bercerita tentang Will Hayes (Ryan Reynolds) seorang konsultan politikus yang sedang menjalani proses perceraian dengan istrinya. Suatu ketika putrinya yang berusia 10 tahun, Maya (Abigail Bresllin), menanyakan kisah asmara Will sebelum menikah dengan ibunya. Maya ingin mengetahui bagaimana ayah dan ibunya bertemu, jatuh cinta, dan akhirnya menikah.
Karena Maya terus memaksa, akhirnya Will menceritakan kisah asmaranya dengan tiga wanita yang benar-benar berbeda. Dalam ceritanya, Will mengganti ketiga nama wanita tersebut dan Maya harus menebak mana diantara ketiganya yang akhirnya menikah dengan Will dan menjadi ibunya.
Cerita bermula dengan flashback ke tahun 1992 ketika Will muda seorang yang idealis dan dengan semangat yang tinggi pindah dari Winconsin ke New York untuk mengejar cita-citanya dan bergabung dengan tim kampanye Clinton. Ketika meninggalkan Winconsin, Will telah memiliki seorang kekasih bernama Emily, yang diperankan oleh Elizabeth Banks. Sebelum pergi Emily menitipkan sebuah paket untuk sahabatnya di New York, Summer (Rachel Weisz), melalui Will.
Di New York, Will berteman dengan April (Isla Fisher) seorang wanita yang bekerja di kantor Will sebagai copy girl. April adalah sosok seorang wanita yang, ceria, pandai, namun anti politik. Ketika karir Will mulai menanjak, ia berniat untuk melamar Emily. Dengan bantuan April yang berpura-pura menjadi Emily, Will melatih lamarannya. April sempat terbawa suasana karena tersentuh dengan kata-kata lamaran Will, dan ia menjawab dengan penuh perasaan, “Definitely, maybe.”
Namun tak disangka, saat Will akhirnya melamar Emily, Emily mengakui bahwa ia telah tidur dengan sahabatnya Will semasa kuliah di Winconsin. Emily kemudian mengakhir hubungannya dnegan Will, dan membiarkan Will patah hati.
Setelah masa kampanye Clinton berakhir, Will dan rekan-rekan kerjanya membuka bisnis kampanye. Suatu ketika Will bertemu kembali dengan Summer, sahabat lama Emily, seorang jurnalis yang ambisius. Seiring waktu, Will dan Summer mulai menjalin hubungan. Sementara itu April yang berhenti dari pekerjaannya memtuskan untuk travelling keliling dunia, namun ia dan Will tetap berhubungan via kartu pos. April lalu kembali ke New York untuk bertemu dengan Will dan menyatakan cintanya. Ketika April melihat Will telah bersama Summer, April menyadari bahwa ia telah terlambat.
Namun, lagi-lagi perjalanan kisah asmara Will tidak semulus yang diharapkannya. Bisnis Will hancur karena sebuah artikel yang ditulis oleh Summer yang isinya menghina salah satu klien Will. Will lalu mengakhiri hubungannya dengan Summer.
Kisah asmara Will menjadi kompleks ketika Emily, April, dan Summer pergi dan datang kembali ke kehidupannya. Alur cerita yang tidak dapat ditebak membuat Maya dan penonton terus menebak-nebak siapa yang akhirnya dinikahi oleh Will dan menjadi ibu Maya.
Definitely Maybe merupakan film komedi romantis yang ringan dengan akhir cerita yang tidak standar dan tidak membuat penonton bosan disuguhi pahit manis kisah asmara seorang Will Hayes. Adam Brooks berhasil menggambarkan kompleksitas cinta yang menarik dalam film ini, dan menunjukkan bahwa cinta tidak pernah mengenal kata terlambat.




 

Mosaics of The Journey Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting